Rancang Bangun Alat Pendeteksi Bahan Ilegal Berbasis IOT di Area Pelabuhan Peti Kemas

Authors

  • Wafa Murtadho Kholid Institut Teknologi Telkom Surabaya
  • Berryl Cholif Arrohman N. Institut Teknologi Telkom Surabaya
  • Arfan Adiputra Wuekero Institut Teknologi Telkom Surabaya
  • Ubaidillah Umar Institut Teknologi Telkom Surabaya

Keywords:

ilegal, peti kemas, sensor ganda, maritim

Abstract

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar yang dikelilingi lautan luas dengan garis pantai yang panjang. Luasnya wilayah ini, menjadikan laut Indonesia sebagai jalur perdagangan antar negara. Dunia industri maritim yang sangat berkembang diera 4.0 ini mengakibatkan banyaknya barang impor dari luar negeri yang masuk dengan pesat secara bebas sehigga tidak bisa dipungkiri terjadinya penyelundupan barang ilegal. Faktor utama terjadinya penyelundupan akibat dari kurangnya pengawasan yang ketat dan alat bantu pengamanan yang belum memadai. Untuk mengatasi kendala yang terjadi di pelabuhan peti kemas kami berinovasi dengan menggunakan sensor ganda dimana perangkat ini bekerja untuk mengetahui letak posisi, jenis barang, dan zat terlarang. Di sini sensor ganda bekerja menggunakan sinar frekuensi X-Rey mendeteksi dari atas mesin pengangkut kemudian ketika mesin pengangkut itu mengangkat barang seketika sensor bekerja mendeteksi jenis barang, zat berbahaya, dan sensor lainya mampu mendeteksi posisi letak benda. Dari pengamatan kami, diperoleh hasil bahwa sensor ganda ini berhasil mendeteksi keberadaan letak posisi, jenis barang, dan zat terlarang pada petikemas. Dari hasil percobaan di atas dapat disimpulkan bahwa sensor ganda yang kami buat berhasil mendeteksi permasalahan yang ada pada peti kemas yaitu dapat meminimalisir barang ilegal yang masuk dan menghilangkan banyaknya penyelundupan barang maupun zat berbahaya yang merajalela saat ini.

Author Biographies

Wafa Murtadho Kholid, Institut Teknologi Telkom Surabaya

Program Studi Teknik Komputer

Berryl Cholif Arrohman N., Institut Teknologi Telkom Surabaya

Program Studi Teknik Komputer

Arfan Adiputra Wuekero, Institut Teknologi Telkom Surabaya

Program Studi Teknik Komputer

Ubaidillah Umar, Institut Teknologi Telkom Surabaya

Program Studi Teknik Komputer

Published

2020-04-15