Model Standardisasi Pengiriman Kemasan Rantai Dingin pada Usaha Kecil dan Menengah dengan Moda Transportasi Laut

Authors

  • Siti Dwi Lazuardi Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  • Tri Achmadi Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  • Pratiwi Wuryaningrum Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  • Salsabil Nabilah Putri Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Keywords:

biaya logistik, inovasi kemasan ekspor, manajemen rantai dingin, transportasi laut

Abstract

Usaha Kecil dan Menengah (UKM) berkontribusi pada Produk Domestik Bruto Indonesia yang meningkat dari 57,84% menjadi 60,34% pada tahun 2018. UKM memiliki peran sebesar 20% pada kegiatan ekspor, khususnya untuk olahan ikan beku. Belum adanya standar kemasan rantai dingin untuk produk ekspor menjadi kendala dalam proses pengiriman. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah membuat model standardisasi kemasan rantai dingin untuk pengiriman produk ekspor UKM dengan moda transportasi laut. Metode yang digunakan adalah perhitungan biaya logistik untuk memperoleh minimum unit biaya logistik dengan 4 (empat) skenario pemilihan kemasan rantai dingin berstandar. Hasil analisis menunjukkan bahwa skenario 2 yaitu penggunaan kemasan saat ini dengan inovasi kemasan sekunder 1 dapat menghasilkan minimum unit biaya logistik sebesar Rp. 21,44 juta/ton. Sedangkan hasil analisis yang diperoleh menurut waktu adalah skenario 4 dengan penggunaan inovasi kemasan sekunder 2 dengan total waktu 21,45 hari.

References

Arduiona, G. (2010). Cold Chain in the Shippung Industry: Bulk Versus Container in the Banana Trade: Italy.

Badan Pusat Statistik. (2017). Produksi Perikanan Tangkap Menurut Jenis Ikan di Kabupaten Lamongan, 2017 : Badan Pusat Statistika.

Bianca, L. (2016). Sistem Rantai Dingin (Cold Chain) dalam Implentasi Sistem Logistik Ikan Nasional (SLIN): Supply Chain Indonesia [online] Juli 2016. https://supplychainindonesia.com/ sistem-rantai-dingin-cold-chain-dalam-implementasi-sistem-logistik-ikan-nasional-slin.html (Diakses 12 Oktober 2019)

Christopher, M. (1998). Logistics and Supply Chain Management. London: Prentice Hall.

Codex Alimentarius Commission. (2009). Code Practice for Fish and Fishery Product First Edition. Rome: FAO/WHO Food Standards Programme.

International Trade Center. (2018). Bilateral Trade between Indonesia China 2018 : International Trade Center.

Izza, F. F. (2017). Desain Konseptual Kemasan Muatan Pelayaran Rakyar : Studi Kasus Pelayaran Rakyat Kalimas Surabaya : Surabaya : ITS.

Johar, S. A. (2019). Studi Pengembangan Kemasan Untuk Angkutan Laut Wilayah Kepulauan: ITS. Surabaya : ITS.

Kementerian Kelautan dan Perikanan. (2019). Kementerian Kelautan dan Perikanan. Jakarta.

Rusthon, A. (2010). Logistics and Distribution Management, 4th ed. London: Kogan Page.

Simatupang, T. M. (2016). Struktur dan Sistem Rantai Pendingin Ikan dalam Rangka Pengembangan Sistem Logistik Ikan Nasional (SLIN) [online] Juli 2016. https://supplychainindonesia.com/sistem-rantai-dingin-cold-chain-dalam-implementasi-sistem-logistik-ikan-nasional-slin.html (Diakses 12 Oktober 2019)

Sondoro, Y. (2016). Pengawetan Ikan dengan Menggunakan Metode Pembekuan (Cold Storage).[online] Juli 2016. http://yunias19ocean.blogspot.co.id/2011/05/ pengawetan-ikan-dengan-menggunakan.html (Diakses pada 12 Oktober 2019.

Suyono, R.P. (2010). SHIPPING Pengangkutan Intermodal Ekspor Impor Melalui Laut - Edisi Keempat. Jakarta: PPM Manajemen.

Tambunan, T. T. H. (2009). UMKM di Indonesia. Bogor: Ghalia Indonesia.

Zaroni. (2017). Biaya Logistik Agregat. Supply Chain Indonesia. [online] April 2017. https://supplychainindonesia.com/biaya-logistik-agregat/html. (Diakses pada 12 Oktober 2019).

Published

2020-05-31

How to Cite

Lazuardi, S. D., Achmadi, T., Wuryaningrum, P., & Putri, S. N. (2020). Model Standardisasi Pengiriman Kemasan Rantai Dingin pada Usaha Kecil dan Menengah dengan Moda Transportasi Laut. Journal of Advances in Information and Industrial Technology, 2(1), 51-65. Retrieved from https://journal.ittelkom-sby.ac.id/jaiit/article/view/42

Issue

Section

Research Article